Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

7 Pemain Sepakbola Wanita Tercantik Di Dunia

 Sepakbola bukan hanya sekedar permainan kaum Adam saja, kaum Hawa pun ikut andil dalam permainan sepakbola. Berikut adalah 7 Pemain Sepak Bola Wanita Tercantik, para pemain sepakbola wanita yang mempunyai predikat seksi, yaitu :

1. Leslie Osborne
 Leslie Osborne adalah pemain bertahan untuk klub sepak bola wanita profesional BostonBreakers. Ia juga anggota timnas AS.

2. Anouk Hoogendijk
 Gadis pirang dan cantik tidak punya kemampuan apa-apa? Anouk Hoogendijk membuktikan Anda salah! Ia bermain untuk timnas Belanda di usia 19 tahun dan kini, di usia 26 tahun, ia bermain untuk tim Belanda, FC Utrecht.

3. Tina DiMartino
 Tina DiMartino sangat istimewa. Saat kuliah di UCLA, ia satu-satunya anak tingkat pertama yang bermain di semua 26 pertandingan untuk Bruins, mencetak lima gol. Kreativitasnya di lapangan sering dipuji dan ia juga dikenal sebagai penyerang terbaik di liga wanita kampus. Ia kini bermain untuk timnas AS.

4. Jessica Landstrom
 Anda bisa memanggil Jessica Landstrom sebagai Henrik Larsson-nya sepak bola wanita Swedia. Ia setinggi 1,8 meter, mencetak gol pertama untuk timnas Swedia di pertandingan pertama di usia 23 tahun, cantik dan berbakat!

5. Sylvia Arnold
 Di usianya yang ke-21, Sylvia Arnold sudah punya pencapaian yang menakjubkan. Ia menjadi bagian dari timnas Jerman U-20, dan membuat takjub di Piala Dunia U-20 tahun 2010 sehingga dipromosikan masuk timnas senior. Yang paling menyenangkan: ia punya saudara kembar, sama cantiknya, dan sama berbakatnya!

6. Amy Rodriguez
 Sebelum Amy Rodriguez mendominasi liga profesional wanita internasional, ia masuk timnas AS di usia 18 tahun. Amy dua kali menjadi pemain All-American dan Gatoradetahun ini di masa kuliahnya.

7. Rachel Unitt
Rachel Unitt sering disebut sebagai pemain bola Inggris paling ngetop, dan mudah terlihat mengapa. Ia atlet Inggris yang cantik, berbakat, pernah jadi Nationwide International Player of the Year di FA Women’s Football Awards 2004, dan menang lagi di tahun 2006.

Sumber







Senin, 10 September 2012

Sejarah dan Asal Usul Sarung Tangan Kiper

Bagaimana awal mula sarung tangan kiper? Menurut catatan Kantor Hak Paten Jerman, adalah seorang Inggris bernama William Sykes adalah orang pertama yang mendaftarkan hak paten atas sarung tangan kiper. Ini terjadi tahun 1885. Bahan yang terdapat pada sarung tangan kiper waktu itu hanyalah lapisan karet dari India.

Ironisnya, di tahun 60 hingga 70an, banyak kiper dari negara William Sykes yang kurang mengapresiasi sarung tangan. Kiper yang melindungi tangannya dengan aksesoris apapun dianggap penakut. Penjaga gawang legendaris seperti Peter Shilton, Gordon Banks, dan Ray Clemence lebih percaya diri bila menahan bola dengan tangan kosong. Luar biasa bukan?

Adalah hal yang aneh bila anda, penikmat sepakbola antara tahun 1960 hingga 70an, tidak pernah melihat seorang kiper yang meringis kesakitan karena tangannya serasa terbakar oleh tendangan keras lawan. Itu adalah jaman ketika pria adalah pria.

Beruntung, manusia punya teknologi. Hari-hari kelam para kiper yang tangannya kesakitan akhirnya berakhir sudah. Para produsen sarung tangan kiper telah melakukan berbagai inovasi selama 40 tahun lebih demi kenyamanan penjaga gawang. Seorang kiper hanya perlu mengkhawatirkan ukuran sarung tangan yang pas dan nyaman. Bahkan, tersedia sarung tangan yang khusus didesain hanya untuk latihan atau pertandingan saja.

Namun, selalu ada saja pertentangan. Mantan penjaga gawang Everton, Neville Southall, pernah mengatakan, “Saya benci sarung tangan modern. Desainnya terlalu besar dan tebal hingga susah bagi kiper merasakan bola. Seperti mengendarai mobil dengan memakai sarung tangan.”

Di era yang serba mudah ini, penjaga gawang tidak akan meninggalkan ruang ganti tanpa membawa tiga pasang sarung tangan dan perlengkapan lainnya. Kreasi dan inovasi teknologi sarung tangan kiper membantu mengembangkan teknik-teknik dasar dalam menjaga gawang. Para produsen berlomba menciptakan sarung tangan yang lebih aman bagi para penjaga gawang. Salah satunya adalah perlindungan untuk jari-jari supaya tidak tertarik ke belakang ketika menahan bola.

Saat ini ada berbagai jenis sarung tangan kiper yang menyesuaikan berbagai kondisi di lapangan. Pilihan sarung tangan yang tepat akan memberi kenyamanan. Kiper-pun akan lebih fokus mengamankan gawangnya.

Sumber

Tahukah Kamu?
Permen karet tidak dijual di Disney Land

Jumat, 10 Agustus 2012

Top 10 Orang Terkaya Pemilik Club Sepakbola

Harta sepuluh pemilik klub bola terkaya di dunia melonjak US$36 miliar dibandingkan tahun lalu. Namun, kenaikan kekayaan mereka tidak terkait dengan klub bola. Harta mereka lebih berasal dari kenaikan harga komoditas, serta pulihnya bursa saham di tingkat dunia.

Mereka adalah para taipan yang menguasai bisnis menguntungkan di dunia, mulai dari baja, media dan fashion. Mereka juga banyak berinvestasi di komoditas seperti baja, minyak dan tambang lainnya. Sebut saja misalnya Lakshmi Mittal. Kekayaan miliarder asal India ini meningkat US$9,4 miliar dari tahun lalu menjadi US$28,7 miliar.

Lantas, siapa saja mereka?
Berikut ini daftar miliarder pemilik klub bola ternama di dunia seperti ditulis Forbes.

1. Lakshmi Mittal
Kekayaan: US$28,7 miliar
Klub: Queen's Park Rangers

Lakshmi adalah warga Inggris kelahiran India yang mengendalikan ArcelorMittal, produsen baja terbesar dunia dengan penjualan US$65 miliar dalam setahun. Mittal membeli 20 persen saham di Queens Park Rangers (QPR) pada 2007. Prestasi tertinggi klub ini, finalis Piala FA. Pemegang saham utama QPR, lebih dari 60 persen adalah bos Formula One, yakni Bernie Ecclestone.

2. Amancio Ortega
Harta: US$25 miliar
Klub: Deportivo La Coruna De

Ortega, dikenal sebagai raja fashion sekaligus pendiri raksasa ritel Spanyol, Inditex dikenal sebagai salah satu orang kaya papan atas dunia. Klub bolanya juga berada di peringkat sembilan di La Liga. Dengan peringkat yang masih jauh ketimbang Real Madrid dan Barcelona, manajemen klub menekankan perlunya membangun stadion baru agar bisa kompetitif dengan para pesaing.

3. Paul Allen
Harta: US$13,5 miliar
Klub: Seattle Sounders

Pendiri Micorsoft, Paul Allen melalui Vulcan Sports & Entertainment bergabung sebagai pemilik Seattle Sounders pada 2007. Klub bola ini juga dimiliki oleh produser film Joe Roth, pengusaha Adrian Hanauer dan Drew Carey. Sounders menyelesaikan musim pertandingan 2009 di Liga Amerika Serikat dengan meraih rekor kemenangan.

4. Roman Abramovich
Harta: US$11,2 miliar
Klub: Chelsea

Dua tahun lalu, harta Roman Abramovich penguasa komoditas Rusia sempat menurun akibat penurunan harga. Namun, tahun lalu kembali pulih seiring dengan lonjakan harga baja dunia. Namun, kondisi berbeda terjadi pada klub bola miliknya. Chelsea menderita kerugian US$73 juta tahun lalu. Meski The Blues sukses di Liga Primer sejak kedatangan Abramovich, namun keuangan Chelsea kerap mengalami kerugian.

5. Silvio Berlusconi
Harta: US$9 miliar
Klub: AC Milan

Perdana Menteri Italia, sekaligus konglomerat media ini tersengat dalam tuduhan korupsi, skandal seks hingga pernah dijahar dengan patung di kota Milan. Meski begitu, kekayaannya meningkat 20 persen tahun lalu berkah dari investasinya di Mediaset dan Mediolanum. AC Milan merupakan klub bergengsi di Italia, sekaligus dihuni oleh para pemain bintang bola dunia.

6. Francois Pinault
Harta: US$8,7 miliar
Klub: Stade Rennais (Rennes)

Francois Pinault dikenal sebagai pendiri grup PPR yang membangun merek-merek barang mewah. Sebut saja misalnya Gucci dan Balenciaga, dua merek terkenal yang berada di bawah kendali PPR. Dia menggunakan klub olahraga untuk mempromosikan produk olahraga besutan PPR, yakni Puma.

7. John Fredriksen
Harta: US$7,7 miliar
Klub: Valerenga

John Fredriksen, sosok yang begitu dikenal dalam dua sisi, sebagai raja perkapalan dan tanker minyak, sekaligus dikenal sebagai pengusaha yang menghindari pajak. Fredriksen menjadi warga negara Cyprus pada 2006 untuk menghindari pajak dari Norwegia. Fredriksen juga pernah dikabarkan menolak tawaran Roman Abramovich yang berniat membeli rumahnya di London senilai US$200 juta pada 2006.

8. Alisher Usmanov
Harta: US$7,2 miliar
Klub: Arsenal

Usmanov, namanya melambung sebagai pengusaha baja dan telekomunikasi. Selama tiga tahun dia bersaing dengan pengusaha Amerika, E. Stanley Kroenke untuk mengendalikan Arsenal. Namun, Kroenke muncul sebagai pemenang dengan memiliki 29,9 persen saham Arsenal ketimbang Usmanov yang memegang 26,3 persen. Nilai klub Arsenal tahun lalu turun 2 persen menjadi US$1,18 miliar.

9. Philip Anschutz
Harta: US$6 miliar
Klub: Los Angeles Galaxy, Houston Dynamo, Hammarby

Mewarisi perusahaan pengeboran minyak Amerika, Anschutz mengembangkan portofolio investasinya ke bursa saham, real estat, kereta api hingga bisnis hiburan. Dia dikenal sebagai pendiri Major League Soccer (MLS) di Amerika, sekaligus sebagai pemilik beberapa klub bola, seperti LA Galaxy, Chicago Fire, Houston Dynamo, hingga klub bola Swedia Hammaraby.

10. Bernard Ecclestone
Harta: US$4 miliar
Klub: Queen's Park Rangers (QPR)

Ecclestone yang dikenal sebagai Presiden dan CEO Formula One sempat menjadi gunjingan media massa dalam beberapa tahun terakhir terkait dugaan skandal seks dan anti Semitisme. Dia juga berupaya menghindari terjadinya perpecahan di Formula One setelah tim ternama seperti Ferrari mengancam hengkang. Prestasi tertinggi klub ini, finalis Piala FA.

Sumber

Tahukah Kamu?
Lobster dapat hidup selama 100 tahun

Kamis, 12 Juli 2012

10 Tim Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa

10.Juventus Era Lippi (1994-2003)




Marcello Lippi mengambil alih posisi manajer Juventus pada awal musim 1994-95. Ia lantas mengantarkan Juventus memenangi Seri-A untuk pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an di musim 1994-95. Pemain bintang yang ia asuh saat itu adalah Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli dan pemain muda berbakat bernama Alessandro Del Piero. Lippi memimpin Juventus untuk memenangi Liga Champions Eropa pada musim itu juga, dengan mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti, setelah skor imbang 1-1 pada babak normal, dimana Fabrizio Ravanelli menyumbangkan satu gol untuk Juve.
Sesaat setelah bangkit kembali, para pemain Juventus yang biasa-biasa saja saat itu secara mengagumkan bisa mengembangkan diri mereka menjadi pemain-pemain bintang. Mereka adalah Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan Edgar Davids. Juve kembali memenangi Seri-A musim 1996–97 dan 1997–98, termasuk juga Piala Super Eropa 1996dan Piala Interkontinental 1996. Juventus juga mencapai final Liga Champions di musim 1997 dan 1998, tetapi mereka kalah oleh Borussia Dortmund (Jerman) dan Real Madrid (Spanyol).
Setelah dua musim absen karena dikontrak oleh Inter Milan (dan gagal), Marcello Lippi kembali ke Juventus di awal 2001. Pria penyuka cerutu ini lantas membawa beberapa pemain biasa, yang kembali ia berhasil sulap menjadi pemain hebat, di antaranya Gianluigi Buffon, David Trézéguet, Pavel Nedvěd dan Lilian Thuram, dimana para pemain tersebut membantu Juve kembali memenangi dua gelar Seri-A di musim 2001-02 dan 2002-03. Juve juga berhasil maju kembali ke final Liga Champions, sayangnya mereka kalah oleh sesama tim Italia lain, AC Milan. Tahun berikutnya, Lippi diangkat menjadi manajer timnas Italia setelah bersaing ketat dengan Fabio Capello, dan mengakhiri eranya sebagai pelatih terbaik Juventus di era 1990-an dan awal 2000-an

9.Benfica era Eusebio (1960-1970)
Benfica adalah tim pertama untuk memecahkan dominasi  Real Madrid di awal Piala Champions Eropa . Setelah memenangkan dua Piala Champion berturut-turut melawan FC Barcelona (1961) dan Real Madrid (1962). Itu adalah kali terakhir Benfica memenangkan kompetisi internasional.
Selama dekade ini, Benfica  mencapai final Piala Champions Eropa tiga kali, tetapi mereka gagal meraihnya, setelah kalah melawan Milan (1963), Internazionale (1965), dan Manchester United (1968).
Pada tahun 1968, Benfica dianggap sebagai tim terbaik Eropa oleh Perancis Sepakbola , meskipun kekalahannya di Piala Champions. Banyak keberhasilan di tahun 1960-an dicapai berkat bintang mereka Eusebio. Bahkan, tahun 1960-an adalah periode terbaik sejarah Benfica, di mana klub memenangkan delapan  Kejuaraan (1960, '61, '63, '64, '65, '67, '68, dan '69), tiga Portugal Piala (1961, '64, dan '69), dan dua Piala Champions Eropa (1961 dan '62).

8.Juventus Era Trappatoni (1981-1993)

Era tangan dingin Trapattoni benar-benar membuat Seri-A porak poranda di 1980-an. Juve sangat perkasa di era tersebut, dengan gelar Seri-A empat kali di era tersebut. Setelah 6 pemainnya ikut andil dalam timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 dengan Paolo Rossi sebagai salah satu pemain Juve kemudian terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, sesaat setelah berlangsungnya Piala Dunia di tahun tersebut ditambah dengan kedatangan bintang Prancis Michel Platini, Juventus kembali difavoritkan di musim 1982-83. Namun Juventus yang juga disibukkan dengan jadwal kejuaraan Eropa memulai kompetisi dengan lambat. Hal itu ditunjukkan dengan menelan kekalahan dari Sampdoria di pertandingan pembuka musim serta menang dengan tidak meyakinkan atas Fiorentina dan Torino. Sementara di Eropa, mereka berhasil menyingkirkan Hvidovre (Denmark) dan Standard Liege (Belgia) di penyisihan. Akan tetapi, Juventus kembali ke trek juara di musim dingin bersamaan keberhasilan mereka menembus perempat final Liga Champions. Selanjutnya, kemenangan atas Roma melalui 2 gol dari Platini dan Brio membuat jarak keduanya berselisih 3 poin dengan Roma di posisi puncak. Namun, karena konsentrasi Juve terpecah antara Serie A dan Liga Champions akhirnya tidak berhasil mengejar AS Roma yang menjadi juara. Juventus seharusnya bisa menumpahkan kekecewaannya di Liga saat mereka bertemu Hamburg di final Liga Champions tapi hal itu tidak terjadi. Berada di posisi kedua di kompetisi domestic dan Eropa, Juventus akhirnya berhasil merebut gelar penghibur saat menjuarai Piala Italia dan Piala Interkontinental.
Musim panas 1983, Juve kehilangan dua pilar inti mereka. Dino Zoff gantung sepatu di usia 41 tahun sedangkan Bettega beralih ke Kanada untuk mengakhiri karirnya di sana. Juve lantas merekrut kiper baru dari Avellino: Stefano Tacconi dan Beniamino Vinola dari klub yang sama. Sementara Nico Penzo menjadi pendampong Rossi di lini depan. Juve pada saat itu berkonsentrasi penuh di dua kompetisi, Liga dan Piala Winner. Hasilnya, melalui penampilan yang konsisten sepanjang musim, Juve merengkuh gelar liga satu minggu sebelum kompetisi usai. Dan gelar ini ditambah gelar lainnya di Piala Winner saat mereka mengalahkan Porto 2-1 di Basel pada 16 Mei 1984. Dua gelar ini sangat bersejarah dan merupakan prestasi bagi kapten klub Scirea dan kawan-kawan.
Setelah era keemasan Rossi usai, Michel Platini kemudian secara mengejutkan berhasil menjadi pemain terbaik Eropa tiga kali berturut-turut; 1983, 1984 dan 1985, dimana sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai dirinya. Juventus menjadi satu-satunya klub yang mampu mengantarkan pemainnya menjadi pemain terbaik Eropa sebanyak empat tahun berurutan.Platini juga menjadi bintang saat Juve berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada 1985 dengan sumbangan satu gol semata wayangnya. Tragisnya, final melawan Liverpool FC dari Inggris tersebut yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia, harus dibayar mahal dengan kematian 39 tifoso Juventus akibat terlibat kerusuhan dengan para hooligans dari Liverpool. Sebagai hukuman, tim-tim Inggris dilarang mengikuti semua kejuaraan Eropa selama lima tahun.Juventus kemudian merebut scudetto terakhir mereka di era 1980-an pada musim 1985-86, yang juga menjadi tahun terakhir Trappatoni di Juventus. Memasuki akhir 1980-an, Juve gagal menunjukkan performa terbaiknya, mereka harus mengakui keunggulan Napoli dengan bintang Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan.Pada 1990, Juve pindah kandang ke Stadio delle Alpi, yang dibangun untuk persiapan Piala Dunia 1990.
 

7.Inter Milan Era Hererra (1960-1968)

Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.

 
6.liverpool era Bob Paisley (1974-1983)

Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.
Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun. Selain itu, 14 Liverpudlian didakwa bersalah atas peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Heysel. Setelah peristiwa mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun dan memberikan tongkat manajerial selanjutnya kepada Kenny Dalglish yang ditunjuk sebagai player-manager. Joe Fagan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada Kenny Dalglish yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer.
Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.



5.Muenchen Era Franz Beckenbauer (1970-1977)

Udo Lattek mengambil alih pada tahun 1970. Setelah memenangkan piala di musim pertamanya, Lattek pimpin Bayern menjadi juara ketiga Jerman. Pertandingan penentu dalam musim 1971-72 melawan Schalke 04 adalah pertandingan pertama di baru Stadion Olimpiade , dan juga pertandingan disiarkan live pertama dalam sejarah Bundesliga. Bayern mengalahkan Schalke 5-1 dan dengan demikian merebut gelar, juga pengaturan beberapa catatan, termasuk poin diperoleh dan gol. Bayern juga memenangi dua kejuaraan berikutnya, tetapi puncaknya adalah kemenangan mereka di final Piala Eropa melawan Atletico Madrid , Bayern menang 4-0 yang setelah replay. Selama tahun-tahun berikutnya tim tidak berhasil dalam negeri, tetapi mempertahankan gelar Eropa mereka dengan mengalahkan Leeds United di akhir ketika Roth dan kemenangan Müller dijamin dengan tujuan akhir. Setahun kemudian di Glasgow , AS Saint-Étienne yang dikalahkan oleh  Roth dan Bayern menjadi klub ketiga untuk memenangkan trofi dalam tiga tahun berturut-turut. Trofi akhir dimenangkan oleh Bayern di era ini adalah Piala Intercontinental , di mana mereka mengalahkan klub Brasil Cruzeiro

4.Ajax Era Johan Cruyff (1965-1973)

Ajax  salah satu klub paling sukses di dunia, menurut IFFHS .Ajax adalah klub paling sukses ketujuh Eropa abad ke-20 Klub ini salah satu dari lima tim yang telah mendapatkan hak untuk menjaga Piala Eropa dan mengenakan lencana beberapa pemenang, mereka menang berturut-turut di 1971-1973. Pada tahun 1972, mereka menyelesaikan treble Eropa dengan memenangkan Belanda Eredivisie , Piala KNVB , dan Piala Eropa, untuk tanggal, mereka adalah satu-satunya tim untuk menjaga Piala Eropa dan mencapai treble Eropa.Mereka juga salah satu dari tiga tim untuk memenangkan treble dan Piala Intercontinental pada tahun musim / kalender yang sama;Hal ini dicapai pada musim 1971-72. Ajax, Juventus dan Bayern Munich adalah tiga klub untuk telah memenangkan semua tiga besar UEFA kompetisi klub.
Bersama Cruyff mereka klub di segani Dieranya ,Selain sederet piala,Mereka juga memainkan sepakbola Menyerang yg disebut Total Football.

3.Real Madrid Di Stefano (1953-1954)

Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.
Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini. Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.
Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

2.Milan Era Sacchi (1987-1991)

Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.
Dibawah kepelatihan Sacchi, Milan bermain berbeda dengan tim-tim Italia lain, dengan mengambil gaya bermain Brazil saat memenangkan Piala Dunia 1970, dan Ajax di era total football Rinus Michels. Dengan meninggalkan pola man-marking, menggantinya dengan permainan yang intensif, menyerang, dan pressing ketat, dia merevolusi wajah sepakbola Italia.
Barisan deffence Milan saat diisi oleh kuartet Italian best, di komandoi oleh Franco Baresi dan menampilkan sosok Paolo Maldini muda, dan trio Belanda: van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard yang menyokong penyerangan. Tim ini memenangkan Club World Cup dua kali, dan di Mei 1990, Milan mengalahkan Benfica untuk menjaga throphy tetap bermukim di San Siro, dan menjadi tim terakhir hingga saat ini yang dapat memenangkan Piala Champions 2 kali berturut-turut.

1.Barcelona Era Pep Guardiola (2008-2012)

Disebut - sebut sebagai Tim Terbaik sepanjang sejarah,bukan hanya karena memenangkan 6 gelar dalam setahun ataupun 2 Liga Champion,3 Laliga ,1 Copa Delrey,3 Super Copa Spanyol,1 Piala Dunia Antar Klub,Tetapi karena filosofi bermain yg selalu menyerang, Penguasaan Bola hingga 85%,Mayoritas pemain dari tim Yunior (Lamasia),Messi,Xavi dan Iniesta adalah peraih 3 besar pemain terbaik versi FIFA (FIFA Ballon D'Or).
Era keemasan Barcelona dimulai sejak kehadiran Frank Rijkaard dengan membeli pemain macam Ronaldinho,Eto'o,Daniel Alves,hingga Thiery Henry.
hingga th 2008 mengangkat Pep dari Pelatih Junior.
Hingga Kin Pep Guardiola mempersembahkan 10 Piala Bergengsi bagi Cules dalam 3 th kepelatihannya.


Sumber

Tahukah Kamu?

Jika boneka Barbie adalah manusia, ukurannya adalah 39-23-33 (99-58,5-84 cm). Tingginya sekitar 215 cm dan punya leher 2kali lebih panjang daripada manusia normal
Itulah berita untuk '10 Tim Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.

7 Fakta Menarik Tentang Liga Inggris ( EPL )

Liga Inggris kasta teratas, Premier League, atau juga disebut Premiership, berada dalam formatnya seperti saat ini sejak 1992. Jika seluruh data pertandingan dan klasemen sejak tahun 1992 dikumpulkan jadi satu dan dijadikan statistik, siapakah tim yang paling pintar?

Tergantung, apa ukurannya? Gol terbanyak? Kemenangan tersering? Juara paling sering? Tidak pernah kalah terpanjang? Poin rata-rata tertinggi tiap musim? Keikutsertaan paling sering sejak 1992. Apa?

Inilah data sejak 1992/93 sampai dengan musim berakhirnya 2011/12:


1.Kemenangan tersering: Manchester United (MU) 500 kali, disusul Arsenal 415, Chelsea 401, dan Liverpool 380.


2.Juara liga paling sering: MU 12, Arsenal 3, Chelsea 3, Blackburn Rovers 1, Manchester City 1.


3.Poin tertinggi sampai hari ini, sama seperti kemenangan tersering di atas: MU, Arsenal, Chelsea, Liverpool.


4.Hanya ada 7 tim yang terus menerus bisa bertahan di liga kasta teratas ini sejak 1992, atau 20 musim, tak pernah terdegradasi ke kasta berikutnya, yakni empat tim elit MU, Arsenal, Chelsea, Liverpool, plus Aston Villa, Tottenham Hotspur, dan Everton. Manchester City yang juara musim lalu saja hanya bermain 15 kali di liga ini. Sementara Aston Villa musim lalu nyaris terdegradasi ke kasta berikutnya.


5.Dari 7 tim yang selalu berada di Premier League itu, siapakah raja draw? Aston Villa!Mereka mencatat 240 draw sejak 1992, tertinggi dibandingkan tim mana pun. Sebagai perbandingan MU hanya 163 kali draw dalam 20 musim, Arsenal 204. Pesaing terdekat raja draw adalah Everton dengan 218 kali, menyusul Hotspur dan Arsenal dengan 204 kali.


6.Dari 7 serangkai itu siapakah tim yang kebobolan paling banyak? Apakah tim terbawah dari tujuh serangkai itu, yakni Everton? Bukan. Tim terbanyak kebobolan secara jumlah adalah Tottenham Hotspur dengan 1020 gol, padahal Spurs hanya 1072 kali menjebol gawang lawan. Perbandingan gol memasukkan dan kemasukan 6 tim elit lainnya adalah sbb: MU 1541-660, Arsenal 1345-717, Chelsea 1282-741, Liverpool 1236-753, Aston Villa 973-923, Spurs 1072-1020, dan Everton 974-979.


7.Di antara 7 tim itu, selisih gol terbaik dimiliki oleh MU, tentu saja, dengan +881. Selisih gol terjelek adalah Everton dengan -5, disusul Spurs +52 dan Aston Villa +50.


Jadi tidaklah salah kalau kamu menjadi fans MU sebab merekalah klub paling sukses dalam 20 tahun terakhir . Menjadi fans 3 tim elit lainnya: Arsenal, Chelsea, dan Liverpool juga masih bisa diterima. Bahkan juga menjadi penggemar Aston Villa, Spurs, dan Everton sebab mereka mampu bertahan selama 20 musim, sepanjang umur Premier League itu sendiri.

Sumber

Tahukah Kamu?
Gigi berang-berang tak pernah berhenti tumbuh
Itulah berita untuk '7 Fakta Menarik Tentang Liga Inggris ( EPL )', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.

Selasa, 10 Juli 2012

Istilah Voor Dalam Taruhan Bola

Istilah Voor Dalam Taruhan Bola - Dalam taruhan bola ada bermacam ragam jenisnya,

1. Taruhan Menang, Kalah dan Seri.
2. Taruhan Arisan Liga
3. Taruhan dengan Voor/Leg dan Key ( bisanya dari angka 5% - 35% )
untuk taruhan ini, biasanya dikenal sistem Bola Jalan dan Bola Mati.
* Bola Jalan: Petaruh bisa terus memasang taruhan dengan kondisi voor
dan key berbeda (Fluktuasi) dari menit ke menit. taruhan
sah pada saat bola sedang berjalan/dimainkan..tidak boleh
memasang pada saat corner kick, free kick dan Penalty kick.
* Bola Mati: Petaruh harus memastikan taruhannya beberapa saat
sebelum kick off dimulai.
Arti angka Voor/ Leg:
- Leg-leg an : Posisi tim sama kuat tidak ada yang di berikan keuntungan. biasanya Tim-tim besar atau tangguh seperti BrazilxItalixJermanxInggrisxBelandaxPera… ol bertemu di tempat netral...kalaupun ada yang diunggulkan oleh pasar taruhan biasanya ada Key (beban Kredit berupa %tase yang disetiap Bandar berbeda-beda).
- Voor 1/4 : keuntungan uang untuk hasil seri yang diberikan kepada suatu tim.
contoh: Pasang 1 Juta pada pertandingan Brazil-Ukraina dimana ukraina di berikan voor 1/4 dan ternyata hasilnya seri 0-0, 1-1, 2-2, 3-3, dst. Bila kita pasang untuk Brazil maka kita kalah 1/2 uang taruhan kita untuk lawan atau 500rb..sebaliknya Pasangan untuk Ukraina akan mendapatkan 500rb dari lawan.
Bila pertandingan berakhir tidak seri maka petaruh dengan tim yang menang akan mendapatkan uang sebesar 1 Juta... sebaliknya petaruh dengan tim yang kalah akan memberikan uang sebesar 1 juta
- Voor 1/2: Menang, Kalah atau Seri..Uang Taruhan full didapat atau diberikan.
Contoh:
Inggris vs swedia, swedia diberikan vooran 1/2.. maka;
Uang Taruhan: 1 Juta
Bila Inggris menang dengan dengan selisih satu gol maka petaruh untuk Inggris menang Full uanng 1 juta.
Bila Swedia mampu menahan imbang/ seri bahkan mengalahkan Inggris maka petaruh untuk Swedia menang Full uang 1 juta.
- Voor 3/4 atau 1 bola 1/2 adalah keuntungan untuk skor dengan selisih 1 gol maka akan diperoleh 1/2 dari uang taruhan.
Contoh:
Uang Taruhan 1 juta
pertandingan: ITALI x AUSTRALIA
(Skor : 1-0 atau selisih 1 gol untuk Itali) Petaruh utk Itali menang uang 500rb sebaliknya untuk petaruh australi
(Skor : 2-0 atau selisih 2 gol atau lebih utk Itali) Petaruh utk Itali menamg uang full : 1 Juta sebaliknya utk petaruh australi
(Skor seri) Petaruh utk Australi menang uang full : 1 Juta.
- Voor 1 artinya: Kemenangan untuk selisih 2 gol untuk Tim yang memberikan voor.
Contoh:
Uang Taruhan 1 juta
Pertandingan Perancis x Mesir
(Skor: 1-0 atau selisih satu gol untuk Perancis) artinya Seri.. tidak ada Uang yang keluar.
(Skor: 2-0 atau selisih dua gol atau lebih untuk Perancis) artinya Petaruh untuk Perancis menang uang full 1 Juta dan sebaliknya untuk petaruh Mesir.
(Skor: Seri) Petaruh untuk Mesir Menang uang Full 1 juta dan sebaliknya untuk petaruh Perancis...

Sumber

Tahukah Kamu?
Perut memproduksi lapisan lendir setiap dua minggu agar perut tidak mencerna organnya sendiri.
Itulah berita untuk 'Istilah Voor Dalam Taruhan Bola', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.

Minggu, 08 Juli 2012

Yang Nggak Boleh Dilakukan Pemain Bola

Yang Nggak Boleh Dilakukan Pemain Bola - Pemain-pemain sukses dunia nggak ngeraih prestasinya secara instan. Mereka harus berjuang dari bawah. Nah, untuk ngeraih sukses kita nggak boleh sembarangan. Harus pandai-pandai memilah, mana yang harus dilakuin dan mana yang nggak. Nah, ini yang nggak boleh:




1.   Moody-an

Bayangin aja kalo situasinya begini:

Pelatih: Hari ini kamu jadi starter, ya!,
Messi: Duh, maap coach! Hari ini saya lagi nggak mood main bola. Saya pengen leyeh-leyeh aja di kosan sambil baca Skripshit-nya Alit!

NYUNYU yakin abis itu pelatihnya bakal lari-lari nyari jurang. Jurang mana juraaaaaangg????


2.   Melankolis

Gampang sedih, gampang nangis, gampang terharu. Manusiawi, sih. Tapi kalo lagi di lapangan? Nih, bayangin:

Pelatih: Hari ini kamu harus nyetak gol, nggak bisa nggak!
Wayne Rooney: tapi coach………aku orangnya nggak tegaan. Ntar kalo kipernya sedih gimanaaaaaa? L

NYUNYU yakin abis itu si pelatih buru-buru beli pistol buat bunuh diri!


3.   Sopan

Bakal repot banget nih kalo ada pemain bola yang sopan banget. Dikit-dikit permisi, dikit-dikit minta izin, nggak mau jalan di depan maunya di belakang karena takut dibilang lancang. Ini pemain bola apa pembantu baru? Bayangin nih ya:

Cristiano Ronaldo: (di depan gawang) Maaf, ya, bro. Gua mau ngejebolin gawang lo. Nggak apa-apa kan? Duh, maaf banget, ya, tapi gua harus ngelakuin ini. Sorry, ya, bro..
Iker Casillas: (nangis)

Penonton pun bubar sambil ngelempar galon ke lapangan!


4.   Hobi Nonton Bola

Kenapa nggak boleh? Lah, kalo dia hobi nonton bola trus siapa yang mainnnn? Menurut nganaaaaaa?

Sumber : NYUNYU.com

Tahukah Kamu?

Sebelum Masehi bahasa inggrisnya adalah B.C (Before Christ). Setelah Masehi adalah A.D (Anno Domini)
Itulah berita untuk 'Yang Nggak Boleh Dilakukan Pemain Bola', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.

Jumat, 06 Juli 2012

'Spanyol Terbaik? Tidak Jika Lawannya Brasil 1970'

'Spanyol Terbaik? Tidak Jika Lawannya Brasil 1970' - Mana yang terbaik: Spanyol 2008-2012 atau Brasil 1970? Jika Pele yang ditanya, tanpa ragu ia memilih yang kedua. Alasannya, per individu, pemain-pemain Brasil di masa itu jauh lebih bagus daripada Spanyol.

Spanyol memang spektakuler. Mereka adalah tim pertama dalam sejarah sepakbola yang berhasil meraih tiga gelar kompetitif secara berurutan: Piala Eropa 2008, Piala Dunia 20120, dan Piala Eropa 2012.

Sementara Brasil 1970 kala itu diisi antara lain oleh Pele, Rivellino, Gerson, Tostao dan Jairzinho. Mereka berhasil menjuarai Piala Dunia di Meksiko dengan mengalahkan Italia 4-1 di final. Pele dkk. kala itu dianggap sebagai biangnya permainan indah.

Ketika ditanya siapakah pemenang jika La Furia Roja dan tim Samba angkatannya bertemu, pria bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento ini tersenyum lebar menanggapinya. Pun begitu, dengan tegas ia mengatakan Brasil 1970 lebih baik dari Spanyol sekarang.

"Jika saya bermain, kami yang menang. Tak ada keraguan mengenai soal itu. Brasil 1970 adalah standar dalam permainan menawan," ujarnya seperti dilansir Times of India.

"Perbandingan semacam ini akan selalu ada, tapi mereka tak dapat membandingkan secara individu.

"Pemain berkualitas di tim kami tahun 1970, jauh lebih banyak dari pada Spanyol, yang hanya memiliki dua atau tiga pemain sangat bagus," simpul pesepakbola terbaik abad 20 bersama Diego Maradona itu.

Sumber : Detik.com

Tahukah Kamu?
Tehnik mengaduk terbaik bukan dengan gerakan memutar, tapi dengan gerakan huruf W
Itulah berita untuk ''Spanyol Terbaik? Tidak Jika Lawannya Brasil 1970'', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.

Selasa, 03 Juli 2012

Kisah Hidup Si Bengal "Mario Balotelli"

Berita & Cerita Terkini
Nama striker Mario Balotelli mendadak menjadi trending topic di seluruh dunia. Ya, aksi luar biasanya saat laga kontra Jerman dini hari tadi memang langsung melambungkan nama pemain Manchester City tersebut. Lewat dua golnya, Balotelli sukses mengantarkan Italia ke babak Final Euro 2012, sekaligus menghentikan rekor Jerman yang sudah tidak terkalahkan selama 15 pertandingan terakhir. Balotelli memang dikenal sebagai striker Bengal dan kontroversial. Namun begitu, ia juga berhasil menunjukan kalau sifat buruknya itu tidak berpengaruh dengan kemampuan ia di lapangan. Dan dua gol tadi malam seolah membuktikan kelasnya sebagai salah satu striker papan atas dunia. Dua golnya itu pula yang membawa Balotelli sementara duduk sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan tiga gol, bersama Cristiano Ronaldo. Namun dibalik kebengalannya tersebut, ternyata Balotelli menyimpan sifat lembut dalam hatinya. Siapa sangka kalau ternyata Balotelli ternyata sosok yang sangat mencintai ibunya, bahkan mungkin bisa dibilang ‘anak mama’. Hal tersebut dapat dilihat ketika Balotelli yang ternyata langsung mempersembahkan dua golnya ke gawang Jerman untuk sang ibunda tercinta. "Di akhir laga ketika saya berjalan menghampiri ibu saya dan itu adalah momen terbaik. Saya bilang padanya bahwa gol ini untuknya," ungkap Balotelli dilansir dari Football Italia. "Saya sudah menunggu lama untuk momen seperti ini, khususnya ketika ibu saya tidak lagi muda dan tidak bisa berpergian jauh. Jadi saya harus membuatnya bahagia ketika dia datang jauh-jauh ke sini. Ayah saya juga akan hadir di laga final," "Sebelum laga ada ibu saya, saudara saya, kakak ipar saya dan sahabat saya di pinggri lapangan. Didampingi orang-orang terdekat dan tersayang bikin saya semangat. Lagu apa yang saya dengarkan sebelum pertandingan? Drake. Dia adalah sahabat saya," lanjutnya. Tugas Mario Balotelli sendiri belum selesai. Laga terakhir menunggunya hari Minggu mendatang ketika menghadapi Spanyol di Final Euro 2012. Mampukah ia mengakhiri perjalanan Gli Azzuri di Euro 2012 sebagai juara dan kembali mempersembahkan gol, kemenangan dan tentunya trofi untuk sang ibu? (RH)

Info Tambahan
Meski dibekali skill yang hebat, namun Balotelli tidak bisa memanfaatkan hal tersebut sepenuhnya karena ia lebih sering melakukan aksi kontroversi di dalam tim maupun diluar tim. Sejak ia bergabung dengan Manchester City, sudah lebih dari 10 kali pemain berjuluk Super Mario tersebut membuat geram manajer dan rekan-rekan setimnya. Dan berikut cerita kontroversi dari Balotelli selama ia berada di The Citizens: Kecelakaan Mobil (Agustus 2010) Hanya beberapa hari setelah menandatangani kontrak bersama City, Balotelli berulah dengan terlibat kecelakaan ketika ia menuju markas latihan klub. Beruntung ia tidak mengalami luka. Beberapa hari lalu Balotelli juga sempat terlibat kecelakaan kecil. Dan ketika diperiksa polisi, ia ketahuan membawa uang senilai 5.000 pounds. Ketika polisi menanyai Balotelli mengenai uang tersebut, pemain asal Italia tersebut hanya menjawab karena ia adalah orang kaya. Kartu Merah Pertama (November 2010) Balotelli menorehkan cerita suka dan duka ketika melakoni laga melawan West Bromwich. Rasa suka citanya ketika mampu mencetak gol pertama bagi City di pertandingan ini harus tertutup oleh aksi bodohnya pada Youssuf Mulumbu yang berujung kartu merah pada dirinya. Menyindir Jack Wilshere (Desember 2010) Pada bulan tersebut, Balotelli sukses memenangi gelar FIFA’s Young Player of The Year dengan mengalahkan gelandang muda Arsenal, Jack Wilshere. Ironisnya, Balotelli mengaku bahwa ia tidak tahu siapa itu Wilshere. Kontan saja, manajer Roberto Mancini mengecam pernyataan Balotelli tersebut dan meminta ia merubah perangainya tersebut. Insiden Anak Panah (Maret 2011) Balotelli melemparkan anak panah pada para pemain muda City. Beruntung tak ada yang terluka akibat perbuatan bodohnya tersebut, dan Balotelli lolos dari hukuman. Kartu Merah Kedua (Maret 2011) City harus tersingkir dari UEFA Europa League pada bulan ini setelah disingkirkan oleh Dynamo Kiev. Dalam pertandingan second leg yang digelar di Stadion Etihad, Balotelli mendapatkan kartu merah dari wasit. Insiden Back-heel (Juli 2011) Pertandingan masih berjalan sekitar 30 menit kala City melakoni uji coba melawan Los Angeles Galaxy ketika Mancini memutuskan untuk menarik Balotelli. Apa pasal? Karena Balotelli melakukan tendangan back-heel bodoh di depan gawang Galaxy disaat peluang untuk mencetak gol terbuka lebar. Insiden Kembang Api (Oktober 2011) Balotelli harus dievakuasi dari rumahnya sendiri yang mengalami kebakaran kecil setelah ia dan beberapa temannya bermain kembang api di kamar mandi. Untungnya kabar ini cepat redup ketika beberapa hari kemudian Balotelli mampu mengantar City menang telak di kandang Manchester United. Kartu Merah Ketiga (November 2011) Masuk sebagai pemain pengganti kala City bertandang ke Stadion Anfield, Balotelli harus keluar lebih cepat sebelum pertandingan berakhir karena menerima kartu merah dari wasit. Melanggar Jam Malam (Desember 2011) Balotelli terlihat melanggar jam malam yang ditetapkan Mancini ketika City akan menghadapi pertandingan penting melawan Chelsea. Bentrok dengan Micah Richards (Desember 2011) Hanya beberapa hari setelah melanggar jam malam tersebut, Balotelli giliran berbuat ulah di markas latihan. Dalam satu sesi latihan, Balotelli malah terlibat adu jotos dengan rekannya sendiri, Micah Richards. Menginjak Scott Parker (Januari 2012) Hukuman larangan bermain selama empat pertandingan harus diterima oleh Balotelli akibat menginjak kepala Scott Parker saat City bertanding melawan Tottenham Hotspur. Konferensi Pers Andrea Stramaccioni (Maret 2012) Secara mengejutkan, Balotelli tiba-tiba saja muncul dalam acara konferensi pers pertama pelatih baru Inter Milan, Andrea Stramaccioni. Balotelli saat itu dikabarkan tengah mengunjungi eks rekan setimnya di I Nerazzurri. Diusir dari Sesi Latihan (Maret 2012) Setelah terlibat adu mulut, Mancini mengusir Balotelli dalam sebuah sesi latihan pada bulan lalu. Insiden dengan Aleksandar Kolarov (Maret 2012) Dalam pertandingan melawan Sunderland yang berkesudahan imbang 3-3, Balotelli sempat berebut tendangan bebas dengan rekannya, Aleksandar Kolarov. Para pemain lain harus memisahkan mereka agar tidak terjadi sesuatu yang lebih parah. Kartu Merah Keempat (April 2012) Teranyar, Balotelli harus menerima kartu kuning keduanya saat City kalah 1-0 dari Arsenal karena melakukan tekel telat pada Bacary Sagna. Karena hal itu, Mancini sampai mengatakan bahwa ia tidak akan memainkan Balotelli lagi di sisa musim ini.

Biografi SingkatMario Barwuah Balotelli lahir pada tanggal 12 Agustus 1990 di Palermo, Italia. Pemain berkebangsaan Italia ini terkenal sebagai striker hebat yang punya teknik yang bagus serta dapat bermain di posisi mana saja di bagian depan. Dia juga adalah pengambil set-piece yang bagus. Balotelli lahir dari pasangan imigran asal Ghana, Thomas dan Rose Barwuah. Pada tahun 1993, saat berusia 3 tahun, keluarga Barwuah setuju untuk diadopsi oleh keluarga Balotelli. Adopsi ini resmi disahkan oleh pengadilan Brescia. Di tengah kabar miring mengenai Mario Balotelli dan kenakalannya di dalam lapangan baru-baru ini, ternyata ada cerita yang cukup menyentuh dari striker Manchester City itu. Ia menghabiskan masa kecilnya di kota Brescia, Italia. Dibalik kebengalannya di dalam maupun luar lapangan, rupanya Balotelli sempat merasakan masa kecil yang kurang membahagiakan. Pada usia lima tahun, Super Mario - julukan Balotelli - masuk di sebuah akademi sepak bola di Brescia, USO Mompiano. Ia menjadi satu-satunya pemain berkulit hitam dari begitu banyak anak yang mendaftar. Lantas, Balotelli kecil menghadapi perilaku yang kurang mengenakkan di klubnya waktu itu. Bahkan ia nyaris dikeluarkan dari klub atas permintaan orang tua para anggota tim USO Mompiano lainnya. Hal serupa kembali ia alami ketika memasuki klub AC Lumezzane pada karier juniornya. Balotelli kembali harus berjuang melawan rasisme yang mengarah kepadanya. Beruntung pihak klub mau membantu perjuangan Balotelli terhadap rasisme. Memang begitu banyak cerita bisa dipetik dari kehidupan Balotelli, baik kisah perjuangan masa kecilnya hingga perilaku kontroversial Pada usia 15 tahun, Balotelli mendapat promosi ke tim senior Lumezzane, dan debutnya berlangsung saat melawan Padova di Liga Italia Serie C1. Dia akhirnya dibeli oleh Internazionale seharga 340 ribu Euro pada musim 2006-2007. Pada tanggal 16 Desember 2007, dia akhirnya bisa melakukan debut pertamanya bersama tim senior ketika menggantikan David Suazo di laga Liga Italia Serie A melawan Cagliari. 3 hari setelah itu dia menjadi pemain inti saat melawan Reggina di Coppa Italia dan mencetak 2 gol dalam kemenangan 4–1. Pada musim keduanya di tim inti Inter Milan (2008-2009), Balotelli didera beberapa masalah kedisiplinan yang membuat pelatihnya Jose Mourinho tidak memasukkan dirinya dalam tim di putaran kedua musim yang dimulai Januari 2009. Pada awal musim 2008-2009, Mourinho juga menganggapnya kurang serius dalam berlatih. Pada tanggal 7 Agustus 2007, 5 hari sebelum ulang tahunnya ke 17, dia mendapat panggilan untuk bergabung dengan tim nasional Ghana dari pelatih Claude Le Roy untuk berlaga di laga persahabatan melawan Senegal di New Den Stadium di London, Inggris yang berlangsung pada tanggal 21 Agustus 2007. Tetapi dia menolaknya, agar bisa menjaga peluangnya memperkuat tim nasional Italia begitu dia berhasil mendapatkan paspor Italia. Pelatih tim Italia U-21, Pierluigi Casiraghi, kemudian memanggilnya untuk bergabung setelah Balotelli mendapatka kewarganegaraan Italia pada tanggal 13 Agustus 2008. Pada tanggal 29 Agustus 2008, Casiraghi resmi memanggilnya untuk memperkuat Italia melawan Yunani dan Kroasia. Gol internasional pertamanya terjadi saat melawan tim Yunani U-2. Hingga akhirnya ia bergabung dengan Manchester City pada bulan Agustus 2010. Balotelli memperkuat timnas senior Italia sejak bulan Agustus 2010. Hingga bulan September 2011, ia telah mencetak satu gol dari tujuh kali penampilan. Selama ini, Balotelli memang terkenal dengan pemain bengal. Ia pernah bertengkar dan berkelahi dengan rekan setim saat latihan, serta memicu kebakaran di apartemen akibat pesta kembang api. Meskipun begitu, pemain berusia 21 tahun ini juga pernah memberikan donasi kepada gereja sebesar £200 atau sekitar Rp3 juta. Ia juga pernah mentraktir pengunjung pub The Tudor di Peel Hall di malam Natal dan menghabiskan £1.000 atau lebih dari Rp14 juta untuk pengunjung pub seharian.

Sumber

Tahukah Kamu?
Buku Guinness Book of Records memegang rekor sebagai buku yang paling banyak dicuri dari perpustakaan
Itulah berita untuk 'Kisah Hidup Si Bengal "Mario Balotelli"', semoga beramanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.