Rabu, 17 April 2013

7 Brand Teknologi Paling Mahal di Dunia

Jagat teknologi seakan tiada henti melahirkan inovasi, hingga menjadi primadona di dunia industri. Kondisi ini pun membuat vendor teknologi semakin kaya raya lantaran brand mereka dianggap memiliki nilai jual sangat tinggi.

Memang, nama-nama beken seperti Apple dan Google, masih menguasai daftar ini. Kekayaan mereka kian melambung lantaran mampu menyihir pasar dengan produk-produknya.

Pun demikian, jangan lupakan pula Samsung yang menjadi macan teknologi Asia. Vendor asal Korea Selatan ini sukses menerobos deretan vendor barat di papan atas daftar brand teknologi paling mahal sejagat.

Berikut daftar lengkapnya seperti dirilis Brand Finance, salah satu konsultan brand valuation dunia dan dilansir Silicon India:


 7. Amazon
 
Ranking 2013: 8
Ranking 2012: 2
Ranking 2012: 10

Brand value 2013: USD 36,78 miliar
Brand value 2012: USD 28,66 miliar
Brand value 2011: USD 17,78 miliar

Amazon merupakan perusahaan e-commerce Amerika Serikat. Mereka juga berstatus sebagai online retailer terbesar di dunia.

Meski awalnya merintis bisnis dengan jualan buku secara online, lambat laun Amazon melakukan diversifikasi bisnis. Seperti turut menjual DVD, download MP3, video game, elektronik, apparel, furniture, makanan, hingga perhiasan.

Perusahaan yang dipimpin oleh Jeff Bezos ini juga punya gadget populer bernama Kindle. Yang awalnya cuma sebatas e-book reader itu kini sudah bertransformasi menjadi tablet PC Kindle Fire.


6. GE

Ranking 2013: 7
Ranking 2012: 7
Ranking 2011: 7

Brand value 2013: USD 37.16 miliar
Brand value 2012: USD 33,21 miliar
Brand value 2011: USD 30,50 miliar

General Electric (GE) sudah lama menyandang sebagai perusahaan konglomerasi Amerika. Dengan slogan 'imagination at work', perusahaan ini beroperasi dalam banyak bidang: energi, infrastruktur teknologi, capital finance, serta consumer, industrial dan penerbangan, serta masih banyak lagi.


5. IBM
http://www.didunia.net/
Ranking 2013: 6
Ranking 2012: 4
Ranking 2011: 4

Brand value 2013: USD 37,72 miliar
Brand value 2012: USD 39,13 miliar
Brand value 2011: USD 36,15 miliar

International Business Machines Corporation (IBM) merupakan perusahaan yang dikenal sudah banyak makan asam garam di jagat TI.

Terutama untuk urusan layanan software, riset dan pengembangan, serta membangun super komputer juga menjadi spesialisasi perusahaan Amerika ini.

IBM dilaporkan memliki 12 laboratorium besar yang seluruh dunia. Dari sinilah inovasi teknologi IBM lahir dan menjadi aset penting perusahaan lewat hak paten yang dikantonginya.

Sejumlah karyawan IBM pun telah merebut penghargaan prestisius, di antaranya adalah 5 Nobel Prizes, 6 Turing Awards, 10 National Medals of Technology, serta 5 National Medals of Science.

Sejumlah inovasi teknologi yang dianggap ada campur tangan IBM adalah automated teller machine (ATM), floppy disk, hard disk drive, magnetic stripe card, Universal Product Code (UPC), financial swap, SABRE airline reservation system, DRAM, dan Watson artificial intelligence.


 4. Microsoft

Ranking 2013: 4
Ranking 2012: 3
Ranking 2011: 2

Brand value 2013: USD 45,53 miliar
Brand value 2012: USD 45,81 miliar
Brand value 2011: USD 42,80 miliar


Pengguna komputer mana yang tak kenal Microsoft? Atau mungkin mereka beneran tak kenal, tetapi telah menggunakan produk ciptaan perusahaan asal Redmond ini, seperti OS Windows, Microsoft Office (Word, Excel, dll) ataupun Internet Explorer.

Ya, Microsoft merupakan salah satu raksasa teknologi dunia. Meski lebih dikenal sebagai pembuat sistem operasi Windows, namun perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini juga cukup berjaya di ranah IT enterprise.

Selain itu, mereka juga sudah lumayan serius untuk terjun dengan membuat gadget sendiri. Salah satu yang tengah didorong sekarang ini adalah tablet Surface untuk menggoyang popularitas iPad dan tablet Android.


3. Google
http://www.didunia.net/
Ranking 2013: 3
Ranking 2012: 2
Ranking 2011: 1

Brand value 2013: USD 52,13 miliar
Brand value 2012: USD 47,46 miliar
Brand value 2011: USD 44,29 miliar


Jika Microsoft dikenal sebagai raksasa software, maka Google adalah raksasanya internet. Mesin pencari menjadi senjata andalan Google saat merintis bisnis internet untuk pertama kali.

Namun kini, Google tak cuma mesin pencari. Sudah banyak layanan internet hebat lain hasil kreasi Google. Seperti Google Maps, Street View, Google+, dan masih banyak lagi.

Google pun telah bertransformasi menjadi mesin iklan luar biasa di internet, sehingga sukses mengatrol kekayaan perusahaan besutan Larry Page dan Sergey Brin itu.

Oh iya, jangan lupakan pula hegemoni Android yang sekarang juga sudah jadi milik Google. Popularitasnya di perangkat mobile sudah tak terbantahkan.

Dan yang kini tengah dinanti adalah, kelahiran si kacamata pintar Google Glass yang masih misterius.


2. Samsung

Ranking 2013: 2
Ranking 2012: 6
Ranking 2011: 18

Brand value 2013: USD 58,77 miliar
Brand value 2012: USD 38,19 miliar
Brand value 2013: USD 21,51 miliar

Samsung sukses mendobrak persaingan jagat teknologi dari raksasa IT asal Amerika dan Jepang. Geliat persaingan sang vendor asal Korea Selatan ini pun sudah terlihat sejak tahun 2011.

Bahkan, kini brand Samsung disebut termahal kedua di dunia teknologi dengan banderol USD 58,77 miliar. Padahal pada tahun 2011, mereka cuma berada di posisi ke-18.

Namun dengan sejumlah terobosan yang diusungnya, Samsung sukses mencuri perhatian. Terutama di bisnis ponsel dengan mengusung brand Galaxy.

Samsung pun sukses menggeser Nokia sebagai raja ponsel dunia setelah menjadi vendor yang membuat perangkat genggam terbesar sejagat.


1. Apple
http://www.didunia.net/
Ranking 2013: 1
Ranking 2012: 1
Ranking 2011: 8

Brand value 2013: USD 87,30 miliar
Brand value 2012: USD 70,60 miliar
Brand value 2011: USD 29,54 miliar

Apple sekali lagi didaulat menjadi perusahaan teknologi yang memiliki brand paling mahal di dunia. Dengan banderol USD 87,3 miliar, pembuat iPhone dan iPad itu sukses mengalahkan raksasa teknologi lainnya.

Kekuatan Apple jelas hadir dari bisnis gadget. Mulai dari lini produk komputer Mac, pemutar musik digital iPod, smartphone iPhone, serta tablet PC iPad menjadi motor pemasukan perusahaan berlogo apel groak tersebut.

Meski berstatus gadget premium, Apple nyatanya mampu menyihir jutaan pelanggan untuk membeli produknya. Kondisi ini pun terus berlanjut saat sang legenda -- Steve Jobs -- berpulang. Sang penerus, CEO Apple Tim Cook, sukses menjawab kepercayaan tersebut dengan menjaga posisi Apple sebagai perusahaan teknologi paling mahal sejagat.