Minggu, 21 Oktober 2012

6 Presiden Di Dunia Yang Berjuang Melawan Korupsi

1. Felipe Calderon (Meksiko)



[imagetag]


Ini dia presiden paling tegas memberantas korupsi di negaranya. Felipe

Calderon memecat lebih dari 4.500 anggota polisi Meksiko sebab terkait

rasuah, penyalahgunaan jabatan, dan kejahatan terorganisasi.

Langkah ini diambilnya sejak dua tahun lalu sampai sekarang. Namun sayang,

bulan depan masa jabatannya bakal berakhir. Padahal masih banyak kasus

korupsi perlu ditangani. Menurut Indeks Persepsi Korupsi versi

Transparency International, Meksiko masih berada di peringkat seratus

bersama Indonesia, Argentina, Gabon, Madagascar, Malawi, Suriname, dan

lain-lain, dengan nilai 3,0.

2. Ellen Johnson Sirleaf

[imagetag]

Ini presiden perempuan paling garang dalam memberantas korupsi. Ellen

Johnson Sirleaf bahkan memecat anaknya sendiri bersama 45 pejabat negara

lain sebab tidak menyerahkan daftar kekayaan pada komisi antirasuah.

Mereka tidak boleh kembali menjabat bila belum memberikan deretan

penghasilan diperoleh dan darimana sumbernya.

Menurut  Indeks Persepsi Korupsi versi Transparency International Liberia ada di

peringkat 91. Itu artinya, penanganan korupsi di negara ini masih lebih

baik ketimbang Indonesia.

3. Ollanta Humala (Peru)

[imagetag]

Baru menjabat tahun lalu, Presiden Peru Ollanta Humala langsung membuat

hantaman besar di lembaga kepolisian. Dia memecat 30 dari 45 jenderal

polisi, termasuk Kepala Kepolisian Raul Bacerra. Bacerra digantikan

Jenderal Raul Salazar. Berdua saling membahu memberhentikan sepihak

mereka mencuri uang negara satu sol atau lebih. Sol merujuk pada mata

uang Peru. Berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi versi

Transparency International negara di Amerika Latin itu menduduki

peringkat 80, dengan skor 3,4.

4. Lee Myung Bak (Korea Selatan)

[imagetag]

Tahun lalu, Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak memerintahkan kepolisian

untuk menangkap kakaknya sendiri, Lee Sang Deuk, duduk menjadi anggota

parlemen Negeri Ginseng itu.

Deuk dituduh menerima suap Rp 4,9 miliar dari direktur dua bank bermasalah. Uang itu diterima  Deuk kurun waktu 2007-2011 sebagai imbalan sebab dia membantu para

pimpinan bank itu menghindar dari audit bank sentral negara itu.

Kejadian menimpa kakak Myung Bak, membuat presiden itu berkali-kali memohon

ampunan rakyat Korea Selatan lewat media. Hingga kini kasus Deuk masih

dalam penyelidikan.

5. Benigno Aquino III (Filipina)



[imagetag]


Presiden Filipina Benigno Aquino III dan jajarannya ada di Pengadilan Tindak

Pidana Korupsi memerintahkan penahanan Mantan Presiden Gloria Macapagal

Arroyo sebab penyalahgunaan dana lotere nasional sebesar Rp 84 miliar.

Aquino juga memecat sembilan orang pejabat di kantor lotere nasional. Jika

terbukti benar, Arroyo dan kroninya bajak menjalani hukuman penjara

seumur hidup tanpa ada kemungkinan bebas meski dengan jaminan.

sumber

#98fcde